rss search

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

By on December 17, 2011 line Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

Bahwa sesungguhnya dunia sedang dalam tahap perubahan drastis. Globalisasi kapital mendorong wartawan seperti Thomas L. Friedman menggambarkan betapa telah dan sedang terjadi proses “pendataran dunia”. Jauh sebelumnya, Marshall McLuhan menyebut istilah “global village” yang di kemudian hari dimaknai bahwa interaksi antara manusia di atas bumi semakin menyerupai interaksi dalam sebuah desa.

Peran teknologi informasi—yang pesat itu—telah, sedang dan akan mengubah banyak hal, termasuk pola komunikasi. Media internet semacam Mailing List, Blog, SMS-group, BBM-group dan terutama media sosial; Youtube, Twitter, Facebook, dll, sudah menjadi fenomena baru yang tumbuh dengan masif.

Perkembangan media komunikasi itu juga mewarnai perubahan masyarakat kita. Lihatlah betapa Indonesia adalah pengguna Facebook kedua terbesar di dunia dan menjadi negara dengan pengguna Twitter paling aktif. Sementara infrastruktur teknologi informasi—dari hulu sampai hilir—tumbuh dengan pesat, hampir di seluruh pelosok Indonesia yang dibangun oleh berbagai provider.

Kewenangan vs. Komunikasi Politik Anggota DPD

Ketika teknologi informasi mengubah hampir segala bidang kehidupan secara dramatis—terutama dalam 15 tahun terakhir di Indonesia dan ketika teknologi informasi itu sedang dan akan selalu mengubah konteks sosial kita, lalu apa yang harus dilakukan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI atau anggotanya untuk berbuat banyak bagi perbaikan negeri ini dengan kewenangannya yang sangat sedikit itu?

Kita tahu, hari ini secara konstitusional kewenangan DPD RI masih sangat minim. Lembaga negara non partai politik ini hanya dapat mengusulkan, mengajukan, memberikan pendapat dan pertimbangan terhadap Rancangan Undang Undang yang berkaitan dengan kepentingan daerah. Segala usul, ajuan, pendapat dan pertimbangan itu diserahkan kepada DPR RI—yang diisi oleh parpol—untuk sekadar diperhatikan. Jadi, tidak ada kewenangan DPD RI untuk memutuskan suatu RUU—dan kita belum mendengar satu pun RUU dari DPD RI yang berhasil masuk dan diputuskan oleh DPR RI.


Lalu bagaimana anggota DPD RI dapat mendesakkan kepentingan rakyat yang telah disuarakannya itu agar benar-benar menjadi Undang-Undang? Lalu bagaimana publik (baca: rakyat pemilih) meyakini bahwa DPD RI telah bekerja untuk kepentingan rakyat?

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, maka saya akan menggunakan teknologi informasi dan segala features-nya untuk tiga hal. Pertama; internet, SMS-group, dan jejaring sosial yang ada harus dipakai untuk menjaring aspirasi publik. Keuntungannya adalah orang Indonesia di belahan dunia mana pun dapat berpartisipasi, tidak seperti cara anggota DPD-RI sekarang ini yang hanya membawa aspirasi dari daerahnya masing-masing. Bahkan aspirasi yang kental dengan kepentingan daerah tertentu pun dapat masuk melalui jejaring sosial.

Kedua; jejaring sosial dll itu akan saya gunakan untuk “uji publik” produk-produk legislasi dari DPD RI. Ketiga; jejaring sosial dll itu menjadi bukti otentik bahwa hasil-hasil dari DPD RI benar-benar mewakili suara mayoritas rakyat Indonesia yang tentu saja dapat digunakan untuk “menekan” DPR RI agar menggolkan hal-hal yang diperjuangkan oleh DPD RI.

Jadi, meski dengan kewenangan yang terbatas—tapi dengan dukungan publik yang terbukti masif—akan muncul pertimbangan politik yang bermakna. Dan pada akhirnya konstituen saya, daerah yang saya wakili, akan percaya bahwa saya sudah berusaha maksimal memperjuangkan kepentingan mereka di panggung nasional, dan bahwa SUARA DPD RI adalah SUARA RAKYAT.

 

84 comments

line
  1. cita2nya luar biasa neh, moga tercapai ya!
    CHAYOOO!!!

    line
  2. Saya yakin gagasan anda bisa direalisasikan. Apalagi akhir-akhir ini rencana menghubungkan silicon valley dengan Indonesia mulai terbangun

    line
    • Ya, mudah-mudahan dengan terwujudnya rencana Boost menghubungkan silicon valley dgn Indonesia, dapat mendukung maksimalisasi teknologi informasi di Indonesia. Tetap semangat! :)

      line
  3. oneal bharacatie

    Luaaarr biasaaa.. Sebuah pencerahan kembali akan pentingnya peranan teknologi informasi dalam tataran masyarakat modern. Namun saya sedikit ingin menambahkan bahwa dengan adanya kemajuan system informasi modern seperti sekarang telah sedikit berpengaruh terhadap pola interaksi sosial antar individu dgn individu lain. System komunikasi modern Cenderung melahirkan sikap individual dalam perkembangannya. Ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap efektivitas informasi yg akan disampaikan atau diterima.
    Dan saran saya jika anda jadi anggota DPD, jangan hanya konten dan teknologi komunikasinya saja yg di perhatikan tapi jauh lebih penting adalah infrastrutur jaringan pendukung teknologi informasi tsb harus dibenahi. Indonesia msh menjadi salah satu negara yg masuk kategori miskin akan bandwith internet dan sangat mahal. Bagaimana masyarakat bisa berkontribusi terhadap informasi dengan keterbatasan seperti ini..?? Update 1 kalimat di twitter atau facebook kadang 5-6 kali dicoba baru bisa terupdate. semoga berkenan. Salam

    line
    • Insya Allah Gorontalo juga bisa kawanku. Tetap semangat dengan startup company yg akan lebih efisien.

      Mantap. tetap semangat!

      line
  4. Noval Sufriyanto Talani

    Sebuah gagasan yang menarik direnungkan dengan seksama. Tiga hal yang ingin ditekankan sahabatku memang sesuatu yang menyebar & berkembang “tanpa batas.” Tapi kita harus ingat, apakah teknologi informasi yang digunakan untuk menyerap aspirasi & menyampaikan kinerja seorang anggota DPD RI satu-satunya media? Kita harus mengakui bahwa Indonesia menempati urutan kedua sebagai pengguna Facebook terbanyak & negara teraktif menggunakan Twitter. Apakah kedua media ini diakses seluruh konstituen atau seluruh rakyat Indonesia? Teknologi informasi memang sangat familiar bagi masyarakat urban, tetapi belum tentu bagi masyarakat pedalaman. Alih-alih mengandalkan teknologi informasi, sebagian wilayah ada yang sama sekali belum teraliri listrik? Memang penguasaan media bagi seorang politisi hukumnya fardhu kifayah karena menurut Bima Arya, indeks politisi adalah dukungan akar rumput dan menguasai media.

    Menjadikan teknologi sebagai alat kita mendekati konstituen tidak salah karena kecepatan mendapat feedback dari sebuah isu yang dipublikasi sangat dibutuhkan. Don Ihde pernah menyindir bahwa orang yang menjadikan teknologi sebagai kepanjangan dari tubuhnya, dia adalah orang yang “cacat”. Kehadiran media-media sosial membuka ruang bagi seseorang menjadikan media tersebut sebagai kepanjangan tubuhnya bahkan menjadi esensi dirinya. Disatu sisi seolah-olah kita merasa akrab dalam kehidupan (virtual), padahal secara real bahkan belum pernah bertemu. Kontradiksi ini bisa menjadi sebuah ironi dalam kehidupan sosial kita. Apa indikator kebenaran informasi yang disampaikan melalui media? Cicero pernah mengatakan bahwa “wajah adalah ceminan jiwa.” Artinya melalui fasial kita bisa melihat kebenaran apa yang dikatakan. Selain itu gerak tubuh dan sorot mata juga mencerminkan kebenaran pesan yang disampaikan pada sebuah aktivitas komunikasi. Jadi dalam pandangan saya, selain memanfaatkan teknologi/media, kehadiran kita secara fisik juga perlu karena dua hal, yakni, pertama, dalam konteks ukhuwah, silaturahim itu sangat penting dan secara politis membangun loyalitas konstituen. Kedua, kebenaran apa yang kita ucapkan dapat menciptakan kharisma diri kita dihadapan orang lain.

    Tidak semua konstituen yang menggunakan teknolo/media yang sahabatku kemukakan, maka tidak adil bagi seorang yang deberi amanah mengganggap bahwa serapan aspirasi melalui media itu adalah aspirasi seluruh konstituen. Selain menggunakan berbagai teknologi/media, jangan lupakan silaturahim (tatap muka) sebagai kekuatan utama kita agar terbangun kecintaan konstituen kepada kita karena adanya cahaya kebenaran dalam diri kita dan bukan kecintaan karena setiap kali reses kita memberikan materi (politik) semata.

    Salam Silaturahim
    :)

    line
    • Setuju. Silaturrahim penting. Sebagai produk teknologi, FB, twitter, youtube, dapat memudahkan silaturrahim, dan membuatnya lebih efisien.

      Tetap semangat for bright future. Tetap semangat

      line
  5. Ratno Gani

    Cita-cita yg dituliskan bgtu Mulia., semoga dpat terwujud dan diwujudkan.,.sy sdkit berkomntar dan hnya mencoba menambhkan komntar2 sblumnya, mngenai pmnfaatan TI yg dimkasudkan Kanda Tomy Ishak memng sngat mmbantu, selain sebgai komunikasi masa, TI jg dpt mnmbus ruang dan waktu (yg saat ini msh dibatasi dng Infrastruktur jaln dan Jembtan yg belum selesai.. hehehe) sbgai solusi mnjaring aspirasi dri konstituen,. Sngat disyngkan memng jika hal ini bru akan bisa dmnfaatkn ktika Kanda menjabat nanti (Amien..). namun sedkt mnmbhkan, alangkah baiknya memanfaatkan fasilitas yg sudah ada dan disediakan oleh negara ini.,, stlh mmbca artikel di atas sy lngsung membuka situs Resmi DPD RI (DPD.Go.Id), dan ternyata disna sudah disediakn semua tmpat (Web Blog, Berita, Kampanye dll) sbgai alat bantu para angota DPD dlm mempromosikan kinerjanya maupun menghimpun konsituennya lewat dunia maya, namun hal inipun tdk dimaksimalkan, wadah yg harusnya menjadi tmpat komunikasi hnya mnjadi Pamer nama2 anggota dpd,. bhakan mngkin belum prnah dkunjungi, padahal Visitor situs Resmi itu mncapat Ratusan User/hari..
    Semoga dng cita2 yg dituliskan oleh kanda bisa dpat mnjadi renungan untuk semua Anggota DPD yg mnjabat dan bisa memaksimalkan kinerja sebagi Pemabwa amanah Rakyat..,.. Amien..

    line
    • Terimakasih atas tanggapannya adinda. Insya Allah tulisan ini mampu menjadi stimulan bagi wakil-wakil kita di DPD. Meskipun masih dengan kewenangan yang terbatas, tapi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi semaksimal mungkin, diharapkan wakil rakyat (anggota DPD RI yang terhormat) akan mampu memainkan peran politiknya dengan lebih masif dan terstruktur. Amin

      line
  6. Yup, that sulhod defo do the trick!

    line
    • sshungguenya kita rakyat malaysia menyedari dengan sendirinya dikalangan kita ini ramai lagi yang mengambil dan memberi rasuah disamping penyelewengan duit dan bahan yang akan digunakan untuk proses pembinaan.sekiranya dari peringkat perancangan, pembinaan dan penyelenggaraan diuruskan oleh mereka2 yang tidak beretika dan bermoral maka pelbagai keburukan dari kebaikan yang akan diterima kelak.maka usul ini haruslah dilaksanakan oleh mereka2 yang bertauliah dan kukuh pegangannya terhadap akidah mahupun agama.dilihat kearah timur, jepun merupakan satu2nya negara yang boleh dipercayai boleh melaksanakan perkara seumpama ini dinegara kita berdasarkan ketelusan dan etika mereka yang kita semua sedia tahu.

      line
    • Daysha

      Mulai dari diri sendiri, kita aatamknn Nasionalisme. Semoga Rakyat dan bangsa Indonesia Semakin maju. Merdeka ARIBICARA Saya sendiri mempunyai keyakinan bahwa negeri Indonesia memang hanyalah menunggu waktu untuk maju dan makmur. saat ini rakyat dan ahli banyak bersuara dan berkarya untuk negeri iniSemoga kita bisa menjadi salah satunya ..Salam *Negeri ini tidak membutuhkan nasionalisme semu, tapi karya nyata

      line
  7. Idenya cukup menarik mengenai penggunaan teknologi informasi baik itu internet, SMS-group, dan jejaring sosial untuk menjaring aspirasi publik

    line
    • Thank u Don :) . Mudah-mudahan dapat lebih “powerful” 5 sampai 10 tahun mendatang. Lebih-lebih sudah mulai ada skenario menghubungkan silicon valley dengan Indonesia, sebut saja, rencana Boost. Tetap semangat Don :D

      line
      • Aswr. Salut tuk admin dan kapinatiean FGD. Jika tidak keberatan, mohon kirim foto-foto dan video dokumentasi acara FGD ke alamat email ana. ????? ???? ???? ?????Insyaallah Pak sedang disusun dokumentasinya kalau sudah ada, kita akan informasikan

        line
      • Amel

        hehehe nice artikel, bener om tapi akadng2 ada aja kendaraan/pengendara yang gak mau tau ama signal yang dah kita kirim yang pasti pas kita ridding, jangan pernah pikirkan hal lain selain saat itu (kondisi jalan), lupain dulu dimarahin bos, dateng telat, atau apa pun juga dimarahin, seminggu ilang. tapi nyawa ilang, gimana balikinnya

        line
  8. Kalau ingin disama dengan hak DPR, perluas saja jatah kursi DPR. Toh, anggota DPD juga bisa dari parpol kan? Contohnya anggota DPD dari Jakarta… Menurut saya lagi, kalau UUD kita saat ini kurang fleksibel, karena mengatur jatah kursi. Padahal aturan teknis semacam itu bisa diatur di peraturan perundang-undangan di bawahnya.

    line
    • Setahu saya, DPD adalah non-partai politik, meskipun ada kasus mantan kader partai menjadi anggota DPD :D . DPD lahir karena (salah-satunya) distribusi penduduk kita yang tidak terlalu merata. Sebagai misal, Provinsi Gorontalo yang penduduknya hanya 1jt kalah jauh dibanding Kota Bandung. Sehingga, perlu ada kekuatan lain yang bisa bicara banyak soal-soal daerah. Cuma sistem dua kamar di Indonesia ini yang paling aneh di dunia :) . Tidak salah jika ada yang bilang bukan sistem 2 kamar, tapi 2/3 kamar hehehehe. Akhirnya, banyak aspirasi daerah yang tidak banyak terealisasi.

      Soal konstitusi saya setuju mas. Perlu pembenahan biar lebih “greget”. Tapi, apapun sistemnya, tanpa pengawasan yang masif (pelibatan yang aktif) masyarakat, tetap saja bakal blunder mas. Yang ada hanya kartel. Komunikasi partisipatif, saya pikir, menjadi awal ke arah sana.

      Thank u ya mas buat comment-nya.

      line
      • Imad

        yah, kalau msalaah lokasi sih bisa benar, karena di depan kos saya ada tower GSM, jadi bisa koneksi dengan sinyal 3.5 G. Tapi kalau sudah masuk desa, leletnya minta ampun.Kalau anda anda semua menyalahkan provider dengan keadaan seperti ini, tentu saja (Maaf) anda semua yang keliru, karena di iklan2 TV, kebanyakan provider GSM menjanjikan BANDWIDTH dan bukan menjanjikan THROUGHPUT(lalu lintas data) nya, Jadi ya kalo bandwidth besar, semisal 3gbps kalo yang pake orang 1000 ya bisa di bayangkan leletnya seperti apa. Saya bicara seperti ini bukan karena saya promosi kartu GSM atau memihak mereka, ini adalah secuil pengetahuan dari belajar Ilmu jaringan Komputer.Salam ..

        line
    • Finola

      hmmm tapi ada benyrnaa kalau soal penentuan lokasi. mungkin lokasi disini mksudnya signal yang kita dapat. saya make modem GSM waktu saya mendapat signal HSDPA kecepatan yg didapat sesuai dengan kecepatan yg ditawarkan, tapi waktu saya berada di lokasi signal 2G / EDGE haduh, minta ampun dah sakit hati nunggu loadingnya.. itu pengalaman saya sob ^_^

      line
    • Anuja

      realita kehidupan nih :) benar atau ktadinya bisa dibuktikan sendiri sebenarnya, entah memang sudah diset sedemikian rupa atau bagaimana ketika orang berusaha mati an malah mendapatkan hal kebalikan yang dia usahakan.mungkin contoh lainnya ketika kita lupa menaruh sesuatu, dan kita butuh yang kita lupakan tersebut maka sulit rasanya menemukan dengan seketika apa yang kita lupakan [saya alami sendiri]tapi ketika kita menyerah dan berkata y udahalah toh tar juga nongol sendiri, entah datang dari mana tiba kita menemukannya EUREKA!! tapi yang perlu di ingat lagi jangan mentang let it flow, jadi bener cuek ma alam, tar di sembur lo :D [alam mbah dukun] Reply

      line
  9. Jibril JiL

    Dalam berapa tahun belakangan kemajuan teknologi informasi/komunikasi memang memilik signifikasin dalam mendorong percepatan ”perubahan” di Indonesia.Keberadaan jejaring sosisl seperti FB, Twiter, Youtube dll yang menjadi bagian dari turunan kemajuan teknologi informasi/komunikasi telah merubah cara pandang sebagian masyarakat tentang pentingnya akses & penguasaan kemajuan teknologi informasi/ komunikasi.

    Jejaring sosial yang marak & lagi trend saat ini telah mampu menghadirkan fenomena memukau yang bisa jadi tak terbayangkan sebelumnya seperti pada kasus Norman Kamaru yg tiba2 menjadi populer (selebriti) dgn aksi Indianya di youtube dgn sedikit mmbawa keterkenalan Gorontalo diseluruh pelosok Indonesia yg memilik akses teknologi Informasi & fasilitas Listrik.

    Aksi Norman Kamaru itu kemudian oleh beperapa pengamat, pemerhati & pakar kajian kepolisian dijadikan sandaran awal & poin penting yg harus diperhatikan dalam upaya melakukan reformasi di tubuh kepolisian yg makin buruk catatannya. Tetapi, apa yg terjadi dgn kepolisian kita hari ini..?

    Terbentuknya komunitas virtual di jejaring sosial memang punya peran dalam mengontrol arah kebijakan negara (tapi sedikit, seprti kasus cicak-buaya, prita & omni dll yg kecil2). sementara dikasus-kasus besar seperti century, pembangunan perumahan atlit, freeport, newmont, exxon dll, komunitas virtual seperti tdk berpengaruh apa2 dalam menggoyahkan kebijakan negara. Ini artinya, fakta masih menunjukan bahwa negara makin banyak memproduksi kebijakan2 yg tdk pro kepentingan rakyatnya dan malah makin pro kepentingan Asing yg eksploitatif.

    Alhasil, kemajuan teknologi informasi/komunikasi telah menggeser orang perorang, kelompok, komunitas dlm upaya mendorng berubahan secara langsung dari dunia nyata seperti demonstrasi/ advokasi/pendampingan/organizer secara konsisten & berkelanjutan beralih ke dunia maya seperti group di FB, BB, Blog dsb.

    Komentar diatas, Jika dihubungkan dgn Cita2 & visi besar kita ( baca : Pribadi) & semua (Rakyat Gorntalo- Indonesia) paling tidak mengundang Dua pertanyaan besar.

    Pertama : apakan kemajuan teknologi informasi/komunikasi efektif untuk mengatasi multi problem Indonesia termasuk Gorontalo..?? Karna terbukti sampai dgn saat ini negara (Baca : pemerintah nasional & daerah) makin pro terhadap kepntingan asing (lihat kasus papua,mesuji, bima termasuk Gorontalo dgn Gorontalo mineralnya) Atau jangan2 kemajuan teknologi yang makin tak terkendali ini justru hanya akan menyebabkan keterasingan & amputasi sosio-ekonomi dilapisan masyarakat dimasa datang..?!

    Kedua : apakah penguasaan teknologi informasi/komunikasi dengan membagun group di jejaring sosial mampu menjamin keterterimaan kita dimasyarakat dalam waktu dekat untuk mewujudkan cita2 kita, Atau justru makin manjauhkan kita dari realitas masyarakat yg sesungguhnya..?!

    line
  10. Assalamualaikum..
    jalan-jalan ke home antum sambil baca-baca..
    link na ane update..keep blogging!..

    line
    • Salam..(quote)’ Teknologi halaynah alat yang diuruskan oleh manusia. Untuk menghindari risiko, manusia perlu diasuh dan diajar tentang bagaimana untuk menguruskan teknologi.’Dan itulah yg sebenarnya dibimbangkan. Cukup telus dan berINTERGRITIkah orang-orang yg akan mengendalikannya? m’syrakat M’sia cukup arif dengan keadaan di M’sia sekarang. Mungkin pakar2 nuklear ini telus tetapi bagaimana pula dgn mereka yg punya saham dalam pembinaan dan pengendaliannya kelak(peringkat pengurusan)?Apabila teknologi dikendalikan @ jatuh kepada tgn yg salah, maka bukan manafaat yg akan diperolehi, tetapi bala yg akan menimpa. Buktikan INTERGRITI pemimpin M’sia dulu.

      line
  11. Terimakasih dukungannya. Siap menang :)

    line

Trackbacks/Pingbacks

  1. SEO Kontes : Seandainya saya menjadi Anggota DPD « Sofyan Uli - [...] ini, diantaranya yang cukup menarik perhatian saya adalah tulisan dari Tomy Ishak yang berjudul Menggagas Sistem Komunikasi yang Partisipasif. ...
  2. Tiga Anggota DPD RI Hadiri RAKERNAS | HPMIG News - [...] dari sudut pandang PB HPMIG sendiri, inilah pertama kali pula sebuah Rakernas dihadiri oleh tiga anggota DPD RI, bahkan ...
  3. Seandainya saya menjadi anggota DPD RI | HPMIG News - [...] Andai saya menjadi anggota DPD, maka yang menjadi fokus saya adalah memperkuat peran DPD RI walau dengan kewenangan yang ...
  4. Menteri Pemuda dan Olahraga Siap Mem-Back Up HPMIG | HPMIG News - [...] Juniarto Kono, SE (ketua PB pertama dan staf khusus MENPERA), Elnino M. Hussein Mohi, ST, Msi (Anggota DPD RI ...
  5. Efek Lemahnya Wewenang DPD RI « Cyberwhite's Weblog - [...] politik (independent). Jika demikian, bagaimana efek lemahnya fungsi-fungsi refresentasi para anggota DPD RI terhadap otonomi [...]
  6. Hak Veto Versus Wewenang Dewan Perwakilan Daerah « Sofyan Uli - [...] anggota DPD RI menjadi pengusul perubahan tersebut. Total 130 orang yang memberikan tanda tangan dari 128 anggota [...]
  7. Cara keluar dari Google Sandbox « Sofyan Uli - [...] ini? Seperti yang di alami oleh teman saya tomy ishak. Salah satu artikelnya yang berjudul “Seandainya saya menjadi anggota ...
  8. Seandainya Tomy Ishak menjadi anggota DPD RI « Sofyan Uli - [...] Seandainya Tomy Ishak menjadi anggota DPD RIBerikut ini adalah visi dan misi dari sahabat saya Tomy Ishak seandainya menjadi anggota ...

Leave a Reply